Santo Stefanus : Sang Martir Pertama
Santo Stefanus : Sang Martir Pertama — Nama Santo Stefanus berawal dari Bahasa Yunani Stephanos, yang memiliki arti “mahkota”. Dia ialah penganut Kristus pertama kali yang terima mahkota kemartiran.

Santo Stefanus ialah seorang diakon pada periode Gereja Pertama. Kita membaca cerita mengenainya dalam Kitab Cerita Beberapa Rasul. Petrus dan beberapa rasul yang lain mengetahui jika mereka memerlukan penolong-penolong untuk mengurusi beberapa janda dan golongan miskin. Maka mereka mentahbiskan 7 orang diakon. Stefanus ialah yang terpopuler dari di antara mereka.
“Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: “Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.” Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.” (KIS 6:1–6)
Tuhan melangsungkan banyak mukjizat lewat Santo. Stefanus. Dia bicara dengan hikmat dan anugerah yang membuat beberapa dari beberapa pendengarnya jadi penganut Yesus. Beberapa lawan Gereja Yesus berasa marah menyaksikan begitu berhasilnya ceramah SantoStefanus. Selanjutnya, mereka bersekongkol untuk menantang ia. Mereka tidak bisa menentang perkataan-perkataannya yang arif, jadi mereka memerintah sebagian orang untuk bersaksi dusta padanya. Saksi-saksi palsu itu menjelaskan jika Santo Stefanus sudah bicara hujat pada Tuhan. Santo Stefanus hadapi segerombolan beberapa lawannya yang banyak itu tanpa rasa takut. Kitab Suci menjelaskan jika mukanya jadi sama dengan muka malaikat.
“Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.” (KIS 6:15)
Dalam sidang itu SantoStefanus bicara mengenai Yesus dan memperlihatkan jika Dia ialah Mesias yang dijanjikan Tuhan. Dia mencemooh ketidak-percayaan mereka ke Yesus sama dengan dahulu leluhur mereka yang pun tidak yakin ke nabi-nabi sebelumnya. Dengar itu, mereka jadi sangat geram dan berteriak-teriak padanya.
“Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah” (KIS 7:55–56)
Beberapa lawannya tutup telinga mereka dan tidak ingin dengarnya selanjutnya. Mereka menggeret Santo Stefanus ke luar kota Yerusalem dan melemparkaninya dengan batu sampai mati. Orang kudus itu berdoa, “Tuhan Yesus, terimalah rohku!” Selanjutnya dia berlutut dan meminta ke Tuhan tidak untuk memberi hukuman beberapa lawan yang membunuhnya.
“Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” Dan dengan perkataan itu meninggallah ia” (KIS : 7:60)
Sesudah pengakuan kasih yang demikian besar itu, Santo Stefanus lalu tinggalkan dunia ini ke arah kebahagiaan kekal bersama Yesus yang dicintainya
Pada KIS 8:2 dikatakan : “Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat”.
Tidak ada keterangan mengenai di mana posisi pusara Martir pertama ini. Sampai Pada Tahun 415 Masehi seorang peziarah dan imam namanya Lucian mendapatkan pandangan yang mengutarakan posisi mayat Santo Stefanus disemayamkan. Posisi di mana sekarang ini berdiri Gereja Santo Stefanus, di Yerusalem.
Santo Stefanus adalah Santo Pelindung Gereja Katolik Bawen Wilayah Kapernaum Paroki Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Sumber :